Senin, Februari 02, 2009

Artikel PTK Guru

GURU MENGAJAR SEKALIGUS MENELITI

(Ni Made Suciani)


 

    Memang kita akui bersama, budaya meneliti di kalangan guru masih sangat rendah. Padahal sebagai guru, jika benar-benar menjalankan tugasnya sebagai seorang guru yang profesional maka setiap kali menciptakan proses pembelajaran di kelas, guru tersebut telah melakukan penelitian. Karena sebetulnya tugas utama guru selain mengajar adalah meneliti. Contohnya adalah ketika guru melihat beberapa siswa atau sebagian siswa menunjukkan motivasi rendah dalam menerima pelajaran yang diberikan pada materi dan situasi tertentu, maka guru tersebut akan sulit melanjutkan pelajaran, sehingga guru harus mencari penyebab kenapa para siswa tidak tertarik untuk menerima pelajaran pada materi dan situasi tertentu tersebut. Akhirnya guru akan mengubah metode atau strategi serta dengan membaca-baca buku tentang proses pembelajaran, melihat model pembelajaran yang baru yang kiranya dapat meningkatkan motivasi belajar pada materi dan situasi tertentu tersebut. Setelah menemukan suatu pendekatan, strategi, metode, teknik ataupun model pembelajaran yang dianggap menarik, maka guru tersebut mencobakannya di dalam kelas, yang pada akhirnya dapat menghilangkan permasalahan yang muncul. Atau dengan kata lain tidak ada lagi siswa yang bermasalah di dalam kelas tersebut. Tetapi sayang, apa yang telah dilakukan oleh guru tersebut tidak pernah dituangkan dalam bentuk tulisan.

    Seandainya apa yang dilakukan oleh guru tersebut dituangkan dalam bentuk tulisan, maka guru tersebut telah membuat sebuah laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Sudah sering sekali dilakukan sosialisasi tentang PTK ini, baik melalui seminar, worshop ataupun pada kegiatan KKG/MGMP kepada para guru, bahkan buku tentang PTK pun sudah banyak tersedia. Tetapi sampai saat ini belum banyak guru yang mampu menghasilkan PTK. Padahal banyak kesempatan terbuka untuk mendapatkan biaya penelitian, seperti misalnya tahun ini, PTK ini dibiayai sebesar satu juta rupiah oleh pemerintah melalui jalur internet (online) dengan kuota yang melebihi dari pesertanya. Tetapi tidak banyak guru yang mampu dan memiliki kesempatan untuk mengakses internet. Oleh karena itu sebaiknya pihak sekolah juga memberikan perhatian kepada guru dalam melakukan penelitian, baik perhatian secara finansial maupun perhatian berupa pemberian bimbingan dan motivasi. Karena PTK yang dilakukan oleh guru di dalam kelas jelas bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa dalam belajar. Bukankah tujuan itu merupakah tujuan utama bagi sebuah sekolah?    

Di samping sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah, serta stakeholders yang lain juga diharapkan memberikan perhatian yang tinggi terhadap penelitian yang dilakukan oleh para guru. Begitu pula melalui forum KKG/MGMP yang sudah mendapatkan bantuan dana, baik melalui pemerintah daerah maupun melalui pemerintah pusat, guru dapat berkolaborasi melakukan PTK yang dikemas dalam kegiatan Lesson Study. PTK akan menjadi semakin efektif jika dilakukan bersama kelompok guru. Karena ketika dilakukan eksperimen dalam sebuah PTK, maka sebaiknya ada orang lain yang melakukan pengamatan atas apa yang dilakukan sebagai seorang peneliti.

Di samping melakukan PTK, guru juga dapat melakukan penelitian lain seperti melakukan penelitian evaluasi terhadap sebuah program yang telah dilaksanakan di sebuah sekolah atau di dalam kelas. Penelitian evaluasi ini tidak bertujuan untuk memperbaiki proses atau meningkatkan hasil belajar, tetapi penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru, sekolah atau orang yang berkepentingan dalam mengambil kebijakan selanjutnya, atas program yang telah dilakukan. Apakah program itu akan diteruskan, diperbaiki, ataukah dihentikan sama sekali. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif juga dapat dilakukan, baik untuk pengembangan sebuah teori, maupun untuk mencari hubungan antara beberapa variabel yang berpengaruh terhadap pendidikan atau proses pembelajaran yang mungkin dapat digeneraslisasi pada kasus-kasus yang lain.

Dengan semakin banyak guru yang melakukan penelitian, maka proses pembelajaran akan semakin baik, sehingga pada akhirnya mutu pendidikan kita akan semakin baik. Di samping itu hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan budaya meneliti di kalangan para guru. Semoga.


 

Penulis,

Widyaiswara LPMP Bali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar